cisco

Routing Information Protocol

routing information protocol

RIP atau Routing Information Protocol adalah sebuah protokol routing distance vector dan merupakan protokol routing yang paling simpel. Meskipun kehadiran OSPF ataupun IS-IS menjadikan RIP terasa usang, tetapi RIP mempunyai beberapa kelebihan didalam jaringan skala kecil, bandwidth yang digunakan kecil dan mudah diimplemetasikan.

Penjelasan Distance Vector

Well, RIP merupakan protokol routing distance vector, lalu apa sih distance vector?

  • Distance : seberapa jauh tujuan
  • Vector : dari arah mana, interfacenya apa.

Membayangkan distance vector akan lebih mudah jika kamu membayangkan kamu pergi ke kota lain dengan menggunakan map biasa (bukan google map atau waze), kamu hanya tau jalan tercepat menuju tujuan tertentu dengan melihat map, dan kamu tidak tau apakah dijalan itu sedang macet, jalan rusak, jalan sempit, banjir, dsb.

Well ini sama dengan RIP, dia hanya melihat seberapa jauh tujuan dihitung dengan “metric“, semakin kecil metricnya, maka RIP akan memilih jalur tersebut sebagai tujuan. RIP menghitung metric dengan hop count, yaitu jumlah router yang digunakan untuk melewatkan packet data, semakin besar jumlah router, semakin besar pula hop countnya.

Cara RIP bertukar informasi routing

Kalau sudah tau tentang bagaimana distance vector bekerja, mari kita bahas bagaimana pertukaran informasi routing antara router yang menggunakan RIP.

RIP exchange informationKamu bisa lihat, pada dasarnya router sudah memiliki tabel routing, tapi yang router tahu hanyalah directly connected network saja, sedangkan network yang jauh mereka tidak tahu. Pada tabel routing tersebut ada hop count (biru).

Saat kita mengaktifkan RIP, router-router tersebut akan saling bertukar routing tabelnya (routing update), R1 akan bertukar dengan R2, R2 akan bertukar dengan R1 dan R3, dan R3 akan bertukar dengan R2.

Semua router telah memiliki network didalam jaringan, sebagai contoh R1, dia memiliki 192.168.2.0/24 dengan hop count 1 karena melewati R2 dan n172.16.3.0/24 dengan hop count 2 karena melewati R2 dan R3.

Karakteristik RIP

  1. RIP merupakan distance vector routing.
  2. RIP menggunakan hop count sebagai metricnya.
  3. Hop Count lebih dari 15 dianggap invalid.
  4. Menggunakan protokol UDP 520.
  5. Routing Update setiap 30 detik.
  6. Administrative Distance 120.

 

RIP Version 1 vs RIP Version 2

Ada beberapa perbedaan antara versi 1 dan versi 2, dan tentunya versi 2 jauh lebih baik daripada versi 1.

  1. RIPv1 menggunakan broadcast untuk routing update, RIPv2 menggunakan multicast 224.0.0.9 untuk routing update.
  2. RIPv1 classful, RIPv2 classless.
  3. RIPv1 tidak mendukung manual summaries, RIPv2 mendukung manual summaries.
  4. RIPv1 tidak mendukung authentication, RIPv2 mendukung authentication.

 

RIPv1

Meskipun RIPv1 sudah ditinggalkan, tidak ada salahnya kita mempelajari tentang RIPv1. Berikut adalah syntax yang digunakan untuk mengkonfigurasi RIP :

Ada berbagai masalah kenapa RIPv1 ditinggalkan, salah satunya adalah tidak mendukung classless, agar lebih paham tentang RIPv1, mari kita pelajari study kasus dengan topologi seperti ini :

Langsung saja kita konfigurasi RIPv1 dengan topologi diatas :

setelah konfigurasi selesai, coba cek tabel routing pada setiap router.

ada yang aneh pada tabel routing tersebut, network 172.16.1.0 tidak ada pada R3 dan network 172.16.3.0 tidak ada pada R1, dan damm hell kenapa ada network 172.16.0.0/16 dengan 2 jalur pada R2?

Penjelasan

kamu harus ingat ini baik-baik, ada karakteristik pada routing update di RIPv1 :

  1. Jika network yang dikirimkan pada routing update lalu masuk ke sebuah interface dan keduanya memiliki major network address yang sama, maka subnet yang muncul adalah subnet dari interface yang menerima.
  2. Jika network yang dikirimkan pada routing update lalu masuk ke sebuah interface dan keduanya memiliki major network address yang berbeda, maka subnet yang muncul adalah default subnet class network tersebut.

wtf is major network? contohnya kamu mempunyai network 172.16.1.0/24 dan 172.16.2.0/24, maka kedua network tersebut mempunyai major network yang sama yaitu 172.16.0.0/16! emm gampangnya sih network yang berada pada default subnet (mengikuti class ip tersebut).

ripv1R3 mengirimkan routing update dengan network 172.16.3.0 dan 192.168.2.0, sesampainya di R2, kamu lihat karakteristik RIPv1 diatas,

Ya! router R2 akan mencocokan apakah network dalam routing update yang dikirim sama “Major Networknya” dengan interface yang menerima (dalam hal ini e0/1). Jika sama maka akan menggunakan prefix interface tersebut, jika berbeda akan menggunakan prefix default dari class network routing updatenya! (karena 172.16.3.0 tidak sama dengan 192.168.2.0 maka menggunakan prefix /16 yaitu merupakan prefix class B).

Begitu juga dengan R1 yang mengirimkan sama dengan R3

Lalu R2 akan mengirimkan update routing ke R1 dan R3 :

Loh ko network 172.16.0.0/16 tidak di masukan dalam routing update? bukankah RIP merupakan protokol routing yang mengirimkan semua databasenya? Yup network 192.168.0.0/16 tidak dimasukan dalam routing update ke R1 ataupun R3 karena adanya mekanisme Split-Horizon yang berbunyi “Router tidak akan mengadvertise network yang dia dapat dari tetangganya ke ketangganya sendiri!” (hm split-horizon ini semacam mekanisme mencegah looping).

Apakah ada solusi untuk masalah topologi diatas? tentunya ada, kalian hanya perlu mengganti agar mayor network addressnya sama. seperti topologi berikut, silahkan coba dengan menggunakan RIPv1 apakah berhasil, jika berhasil apakah anda paham bagaimana RIPv1 bekerja?

RIPv2

RIPv2 mendapat banyak pembaharuan dari kakaknya RIPv1, berikut syntaxnya :

Pada dasarnya RIPv2 merupakan classful, tetapi saat mengaktifkan no auto-summary akan membuatnya classless dan mengirimkan network dan netmasknya pada routing update. Coba jalankan topologi ini dengan menggunakan RIPv2

RIPv2

setelah konfigurasi selesai, coba cek tabel routing pada setiap router.

loh kok ada yang aneh? kaga ada, dasar ngarang :p

RIP Authentication

nah ada authentication pada RIP, terdiri dari MD5 dan clear text. Ingat ya, RIP Authentication hanya bekerja di RIPv2! Topologi yang digunakan seperti berikut :

Kita akan mengkonfigurasi jalur R1-R2 dengan MD5 Authentication dan jalur R2-R3 dengan Plain Text Authentication.

  1. Buat Key Chain
  2. Konfigurasi pada interface

MD5 Authentication

Langsung konfigurasi saja ya, perhatikan bahwa password harus sama diantara kedua router.

untuk mengetahui bahwa authentication sudah aktif, kita aktifkan debug

Plain Text Authentication

RIP Passive Interfaces

Pada dasarnya saat sebuah router mengaktifkan RIP, RIP juga akan mengirimkan routing updates ke client. Maka diperlukan passive Interfaces dimana RIP tidak akan mengirim routing updates tersebut ke client.

passive interfacesSyntax yang digunakan untuk membuat passive Interfaces adalah :

Pada topologi di R1, kita ingin agarlo0 menjadi passive interfaces

 

Sumber Referensi :

  1. Buku Konsep routing dengan router mikrotik 100% connected – Rendra Towidjojo
  2. Networkleassons.com